Akibat KSP Intidana, Multidana, Jateng Mandiri Digugat Pailit.


Dibaca: 929 kali 
Selasa,07 Maret 2017 - 15:06:13 WIB
Akibat KSP Intidana, Multidana, Jateng Mandiri Digugat Pailit.

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitradana akui tidak ada masalah yang begitu besar, atas pengajuan gugatan lima nasabahnya dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Namun demikian akibat sejumlah KSP yang digugat, seperti Intidana, Multidana dan Jateng Mandiri sangat berdampak terhadap terhadap koperasinya.

 

“PKPU Sementara hasilnya sudah diputus, tapi tidak ada masalah yang begitu berarti terhadap KSP kami, kami bersyukur karena mayoritas nasabah justru memberikan suport dengan adanya gugatan PKPU tersebut,”kata Bendahara KSP Mitradana, Ismayanti melalui saluran handphonenya kepada wartawan.

 

Pihaknya juga tetap optimis bisa tercapai perdamaian atas masalahnya. Ia juga menyatakan hingga batas akhir sekalipun tetap akan mengarahkan untuk melakukan perdamaian dengan nasabahnya. Menurutnya semua masalah terhadap KSP pertama kali dari masalah yang dialami KSP Intidana yang dianggapnya koperasi yang cukup besar dan memiliki banyak cabang, kemudian disusul permasalahan yang dialami KSP Multidana hingga berlanjut ke KSP Jateng Mandiri.

 

“Dari 3 KSP itu terus berlanjut, kami juga mengalami hal yang sama, hanya saja sampai saat ini koperasi kami masih tetap stabil, dan kami yakin akan tercapai perdamaian,”ungkapnya.

 

Lima nasabah yang mengajukan gugatan yakni, Yonathan Tommy Wijaya, Andreas Yoggi Wijaya, Nathanael Wilson Wijaya dan Chandra Wijaya Tan. Selain KSP Mitradana, permohonan PKPU juga ditujukan ke Ketua KSP Mitradana Guntoro dan Bendahara KSP Mitradana, Ismayanti.

 

Atas perkara itu, Kuasa hukum kelima nasabah KSP Mitradana, Sutikno Susilo menyebutkan, total hutang yang sudah jatuh tempo belum dibayarkan ke kliennya mencapai Rp.700juta, jumlah tersebut dari kelima nasabah yang secara rinci meliputi Rp 150juta, Rp 100juta, Rp 200juta, Rp 150juta, dan terakhir Rp 100juta.

 

“Jadi memang termohon PKPU tidak memiliki itikad baik untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tanggal jatuh tempo, makanya klien kami ajukan PKPU,”katanya. 

 

Sutikno juga menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 6 Undang-Undang kepailitan dan PKPU, maka apabila tidak dilaksanakan kewajiban termohon PKPU tepat pada waktunya, maka termohon yang memiliki kewajiban (utang) yang telah jatuh tempo maka dapat ditagih.

 

“Kalau perdamaian tidak dapat disepakati maka KSP Mitradana bisa terancam pailit, namun kami tetap berusaha terjadi perdamaian,”sebutnya. 

 

Reporter : Ghulam Dhofir

Editor : Aryo Permana

 


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM