Peradi Surati Pemkot Semarang

Peradi Prihatin Banyak Anak Bawah Umur Jualan Koran


Dibaca: 290 kali 
Jumat,24 Maret 2017 - 16:54:33 WIB
Peradi Prihatin Banyak Anak Bawah Umur Jualan KoranTheodorus Yosep Parera -Bayu Efendi

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Setelah menerima keluhan masyarakat terkait banyaknya anak-anak di bawah umur yang berjualan koran dan mengemis di lampu merah atau traffic light di seputar Kota Semarang, yang diterima langsung dari nomor center 0823 2009 9002, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang surati Walikota dan Wakil Walikota Semarang, Hendrar Prihadi- Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan harapan memberikan saran hukum.

Surat tersebut juga ditembuskan langsung ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro Pudyo M. Menurut Peradi, keberadaan anak-anak dibawah umur yang berjualan koran dan mengemis, nantinya bisa memperburuk citra Kota Semarang, khususnyapandangan masyarakat yang berkunjung ke Kota Semarang.

Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, telah diatur secara tegas tentang larangan memperkerjakan anak di bawah umur di tempat-tempat yang tidak menjamin keselamatan mereka serta dapat merusak moral dan kehidupan sosial mereka di masa yang akan datang.

“Untuk itu kami meminta Walikota dan Wawali untuk segera memerintahkan Satpol PP kota Semarang melakukan tindakan-tindakan yang patut, pantas dan layak untuk menertibkan anak-anak di bawah umur,”kata Yosep didampingi pengurusnya Eko Suparno, Jumat (24/3/2017).

Akan tetapi, lanjut Yosep, dalam penertibannya tanpa melanggar hak-hak kemanusiaan mereka (sebagai anak) dan berdasarkan ketentuan UU dan serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang. Menurutnya, anak-anak dibawah 13 tahun, dilarang melakukan pekerjaan, apabila anak-anak tersebut terbukti bekerja ditempat-tempat berbahaya, baik yang mengganggu mental dan moral secara fisik, maka yang mempekerjakan nantinya bisa dipidana minimal 1 tahun, sedangkan maksimal 4 tahun serta denda Rp 200juta, semua itu juga sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan‎.

“Namun dalam UU tersebut, juga dijelaskan boleh bekerja tapi 3 jam dalam sehari dan dibawah pengawasan orang tua. Jadi waktu kerjanya 3 jam sehari, tapi tidak boleh menggu sekolah, moral, fisik dan moralnya anak-anak tersebut,”tandasnya.

Menyikapi surat tersebut, Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan dalam waktu dekat akan segera melakukan penertiban. Bahkan bukan hanya tentang keberadaan anak-anak dibawah umur tersebut, melainkan juga akan mengadakan inpeksi mendadak terkait maraknya karaoke liar.

“Insyaallah segera kami tertibkan, sudah saya agendakan mau dijalankan minggu-minggu depan. Kami mengucapkan terimakasih atas kontrol dan perhatiannya yang diberikan Peradi untuk Pemkot Semarang,”kata Wawali yang akrab disapa Mbak Ita ini. 

Reporter : Bayu Efendi

Editor : Aryo Permana


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM