Program Diskusi Bulanan

GMPK Gandeng HIMA Fisika UPGRIS


Dibaca: 286 kali 
Senin,10 April 2017 - 18:00:17 WIB
GMPK Gandeng HIMA Fisika UPGRISPerwakilan GMPK dan HIMA Prodi Fisika UPGRIS Usai bahas kesepahaman agenda diskusi bulanan-Nirwan Kusuma

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Untuk mempererat silaturahmi lintas organisasi DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang gandeng Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang terkait program kerja ‘Diskusi Bulanan. Kegiatan itu nantinya diajadikan sebagai wadah bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa yang haus akan ilmu dan mengasah diri untuk berpikir kritis serta ajang berbagi ide dan gagasan termasuk rancangan penelitian dari berbagai bidang yang disepakati.

Tujuan diadakannya diskusi ini lebih pada bertukar pikiran, saling memberikan saran, solusi, dan kritik terhadap tema maupun rancangan penelitian yang sedang atau akan dilaksanakan,”kata Wakil Ketua Bidang Pencarian Solusi GMPK Kota Semarang, Ahmad Zunus disela-sela acara kepada faktajateng.com, Senin (10/4/2017).

Dalam diskusi tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Dono tersebut, yakni menghadirkan pematik diskusi dari berbagai disiplin ilmu, tergantung dari tema yang disepakati, kemudian menyampaikan ide, gagasan, atau rancangan penelitiannya, yang selanjutnya peserta menanggapi dan saling berargumen.

“Jadi peserta diajak untuk berfikir kritis. Peserta juga diajak berdiskusi untuk membahas tentang berbagai tema yang akan dibahas,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang, Untari Agung Catur menilai, mahasiswa sekarang bangga mengatakan diri agent of change, padahal hanya wayang yang dikontrol oleh pihak tertentu. Untuk itu, pihaknya sepakat dilakukan kerjasama diskusi bulanan lintas organisasi sehingga antar program kerja bisa sukses bersama.

"Mahasiswa sekarang cenderung pragmatis. Muncul sebagai korban arus globalisasi di mana mahasiswa menjadi pasif dan mudah ditunggangi,"katanya.

Organisasi mahasiswa itu sendiri, sambung Untari, juga menghadapi permasalahan seperti eksklusivisme intelektual, kurang menganalisis permasalahan, kurangnya semangat mencerahkan, dan ketidakmampuan untuk menyeimbangkan diri sebagai aktivis intelektual sekaligus aktivis pergerakan.

“Latar belakang munculnya Dialektika adalah keprihatinan atas fragmentasi, krisis independensi, dan kurangnya kesadaran kritis mahasiswa,”sebutnya.

Reporter : Nirwan Kusuma

Editor : Aryo Permana


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM