Peradi Versi Pimpinan Fauzi Yusuf Hasibuan

Muscab II Peradi Semarang Akan Digugat


Dibaca: 1536 kali 
Selasa,11 April 2017 - 18:20:08 WIB
Muscab II Peradi Semarang Akan DigugatProsesi upacara pembukaan Muscab II Peradi Semarang dihadiri James Purba dan Hermansyah Dulaimi dan James Purba, hadir juga Sekda Kota Semarang Adi Trihananto-Dadang DP

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Dianggap banyak kejanggalan dan cacat prosedur selama pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) II DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang versi pimpinan pusat Fauzi Yusuf Hasibuan pada Sabtu-Minggu (8-9/4) lalu. Kubu Calon Ketua Rahmulyo Adiwibowo akan gugat ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Selain itu, juga akan ajukan mosi tidak percaya ke Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi di Jakarta.

“Kita akan ajukan mosi tidak percaya ke DPN terkait banyaknya cacat prosedur selama Muscab Peradi Semarang. Kami juga sudah mengumpulkan alat bukti untuk ajukan ke PN Semarang, bagaimanapun Muscab itu sudah cacat prosedur,”kata Rahmulyo Adiwibowo kepada wartawan, Selasa (11/4/2017).

Rahmulyo menilai banyak kejanggalan selama pelaksanaan Muscab, diantaranya daftar lengkap advokat pemilih tetap, hanya dua kandidat calon ketua yang tidak diberi yakni ia dan Sunarto. Padahal seharusnya ketiga calon seharusnya diberi terlebih dahulu.

“Daftar nama itu kami terima H-4 menjelang pencoblosan tapi hanya berupa database nama-nama tanpa alamat dan nomor handphone. Selain itu, semua pengurus diminta buat laporan pertanggungjawaban (LPj) oleh pimpinan (Reza Kurniawan,red) tapi kami tidak mengetahui apa-apa materi yang perlu disampaikan,”ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Rahmulyo, LPj yang disampaikan pengurus masa kepemimpinan M. Reza Kurniawan juga tidak layak, alasannya karena hanya ada beberapa lembar saja, padahal masa kepemimpinan sampai 5 tahunan. Selain itu, LPj juga tidak diberikan ke semua peserta, melainkan hanya dibaca lembaran.

“Di pakai slide saja juga tidak, cuma lembaran dibagian keuangan dibacakan Nunung, peserta sudah minta tapi tidak diberikan,”sebut mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi Peradi Semarang ini.

Menurutnya, paling vatal adalah hasil voting berkaitan LPj petahana (M.Reza Kurniawan) dari 3 point menerima tanpa catatan sebanyak 119 suara, menerima dengan catatan 87 suara, sedangkan menolak 150 suara. Namun justru pimpinan sidang Djawade Hafiz menyatukan suara menjedi LPj diterima.

“Jadi sudah jelas banyak ketidak obyektifan. Bagaimana bisa pimpinan sidang menggabung menjadi satu untuk menerima, padahal suara voting peserta jelas menolak, pimpinan sidang yang menolak juga ada Asih Budiastuti,”kata Rahmulyo yang juga Ketua KIP Jateng ini.

Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Bidang Bantuan Hukum, Advokasi dan HAM Peradi Semarang, Nugroho Budiantoro yang juga menganggap, selama Muscab ada dugaan indikasi mobilisasi massa‎ yang diduga dilakukan panitia karena mengerahkan diluar DPC Semarang, yakni Salatiga, Pekalongan dan Magelng sekitar 60an suara advokat. Ia mengatakan DPC Peradi Semarang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Kudus, Pati, Jepara, dan Grobogan. 

“Kami mengamati selama muscab pimpinan sidang terkesan mengarahkan ke salah satu paslon, karena terkesan memutar suara, yang mana pilihan point 1 dan 2 diakumulasi menjadi satu kesatuan, sedangkan peserta sudah secara kompak mayoritas menolak,”kata Nugroho yang juga tercatat sebagai tim pemenangan calon ketua Sunarto.

Terpisah, Ketua Peradi Semarang terpilih, M. Reza Kurniawan mengaku semua pemilihan dalam Muscab II tersebut sudah melalui prosedur yang tepat. Menurutnya sudah banyak hal yang berhasil dibahas dan disepekati peserta sehingga jelas sudah sangat legitimate.

Terkait dugaan mobilisasi massa pemilih, Reza beranggapan semua sudah bagian dari Muscab, sehingga ia merasa heran karena apabila memang ada anggota dari luar DPC Semarang, maka seharusnya diprotes peserta sebelum dimulainya Muscab.

“Kalau memang dari luar ada dan dianggap pelanggaran seharusnya diprotes dari awal, tapi kenyataanya sudah berjalan dan semua sesuai mekanisme yang ada,”tandasnya.

Perlu diketahui, dalam Muscab II itu, Reza meraih suara terbanyak yakni 168 suara. Sedangkan urutan kedua Sunarto yang juga menjabat wakil sekretaris meraup 115 suara, sedangkan Rahmulyo Adiwibowo yang merupakan wakil ketua bidang organisasi memperoleh 60 suara, kemudian satu suara tidak sah.

Reporter : Dadang DP.

Editor : Aryo Permana.


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM