Kasus Percobaan Pembunuhan Klaten

Empat Tahun Kasus Mandek, Korban Akan Wadul Mabes Polri


Dibaca: 1876 kali 
Selasa,18 April 2017 - 14:47:30 WIB
Empat Tahun Kasus Mandek, Korban Akan Wadul Mabes PolriAliman Dunkin didamPingi keluarga dan pegacaranya, Dio Hermansyah Bakrie tunjukkan bukti SP2HP dan surat laporan ke Mabes Polri-Dadang DP

KLATEN,FAKTAJATENG.com- Akibat kasus percobaan pembunuhan dan peganiayaan yang ditangani penyidik kepolisian tetap jalan ditempat dan tanpa perkembangan yang jelas hampir empat tahun lamanya, terhitung sejak Oktober 2013 hingga sekarang, Aliman Dunkin akan laporkan perkara yang menimpanya ke Mabes Polri di Jakarta. Hal itu disampaikan korban Aliman Dunkin saat akan membuat surat kuasa ke tim kuasa hukumnya dari kantor advokat Dio Hermansyah dan Rekan, jalan Julungwangi II, Kota Semarang, Selasa (18/4/2017).

Adapun kronologi perkara itu, lanjut Aliman, terjadi pada 16 Oktober 2013 lalu, saat ia dan istri beserta kedua anaknya tertidur pulas, tiba-tiba pukul 3.00 dini hari, 3 preman kampung asal Klaten yang akrab disapa Djondil, Meter dan Budeng menganiaya dirinya dengan senjata tajam dengan pedang dan clurit

“Awalnya saya tidur sekitar jam 1.00 dini hari, jam 3.00 tiba-tiba diserang 3 orang itu, ketiganya juga saya kenal dan teman saya juga. Saya berusaha melawan, tapi sejak masih tidur memang langsung dibacok, yang luka kepala, pelipis mata, lutut, kaki, bacoknya pakai pedang dan clurit,”kata korban Aliman Dunkin kepada wartawan.

Saat kejadian, Alimin juga mengaku almarhum istri dan kedua anaknya sempat ikut bangun dari tidurnya, namun malang karena istri langsung dicekek oleh para pelaku. Ia kemudian terus melawan, bahkan pelaku sempat kewalahan, setelah kedua anaknya bangun, sempat menarik jaket pelaku dan menjerit-jerit, namun pelaku langsung menebas tangan anaknya yang bernama Mariani (yang saat kejadian baru lulus SMP) hingga tangannya putus bercucuran darah.

“Para pelaku lari ke jendela, langsung ditarik jaketnya oleh anak saya Mariani, tapi tangannya dibacok sampai putus. Anak saya Sinta nelpon temannya bernama Didik, ketika datang bawa warga desa, namun sayang pelaku sudah keburu kabur,”ungkapnya.

Dalam kejadian itu, sejumlah barang-barang milik pelaku sempat tertinggal, yang saat ini sudah diamankan penyidik, namun perkaranya masih jalan ditempat. Barang-barang pelaku yang tertinggal seperti kopiah, sandal jepit, sandal kulit merk Karvil, topi, obeng dan‎ sarung pedang. Atas aksi percobaan pembunuhan itu, sejumlah barang berharga yang dimiliki korban juga raib seperti rampasan kalung dari leher almarhum istrinya seberarat 10 gram, 1 buah laptop, uang Rp 700ribu dan 1 buah handphone.

“Saya kenal para pelaku, mereka (pelaku,red) juga sering minta uang ke saya, mereka itu preman kampung, bisa kenal karena ndak pakai tutup muka atau lainnya,”sebutnya.

Ketua tim huasa hukum korban, Dio Hermansyah Bakrie menambahkan, atas kasus yang dialami kliennya, saat kejadian warga sempat melaporkan kejadiannya ke Polsek Polsek Manis Ronggo, kemudian Polres Klaten, sedangkan korban saat itu dilarikan ke rumah sakit. Bahkan atas kejadian itu, istri korban mengalami tekanan batin dan trauma hingga 30 Desember 2013 meninggal dunia.

“Setelah istri klien kami meninggal menanyakan kasusnya ke polsek namun tanpa hasil, akhirnya menanyakan ke Polres, namun sama saja tidak ada tindak lanjut, bahkan sudah berulang kali dtanyakan, jawabnya selalu menunggu keputusan dan petunjuk Polda Jateng,”imbuhnya.

Begitu dilakukan gelar perkara oleh Polda Jateng hingga 4 kali, dan olah tempat kejadian perkara hingga 5 kali, hasilnya dari penyidik tetap nol, dan perkara kliennya jalan ditempat. Dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima kliennya, kata Dio, penyidik Polres Klaten hanya menjelaskan dalam kasus itu tidak ditemukan cukup bukti dan saksi.

“Padahal pelaku juga sudah dipanggil ke kepolisian, tapi kata kepolisian belum ada mengarah pada tersangka. Kasus ini terkesan tidak diungkap kebenarannya, kami minta keadilan dalam kasus ini,”kata Dio. 

Pihaknya juga meminta permasalahan kasusnya segera diselesaikan Polda Jateng, pihaknya juga memastikan akan melaporkan ke Mabes Polri apabila kasusnya tidak segera diselesaikan.

“Padahal anak-anak dan klien kami masih inget banget dengan mereka (pelaku,red), bagaimanapun korban juga saksi, sehingga ada apa dengan perkara ini, kok terkesan dilindungi sampai bertahun-tahun,”tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarot P.H Madyoputro menjelaskan terkait kasus itu, info dari penyidik terlapor saat dilakukan pemeriksaan, memiliki alibi pada saat kejadian pembunuhan, karena tidak berada di TKP, untuk itu penyidik masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi saksi. Dari surat SP2HP Polda Jateng Resor Klaten yang ditandatangani penyidik AKP Farial M. Ginting menerangkan kalau dalam perkara itu masih minim saksi-saksi yang mengarah ke pelaku, sehingga penyidik belum bisa menentukan tersangka dan masih menunggu petunjuk dari Polda Jateng.

“Tapi untuk lebih detailnya layangkan surat ke Kapolres minta perkembangan kasusnya mas, tembuskan ke Kapolda,”kata Kombes Pol Djarot singkat.

Dalam perkara itu, korban Aliman Dunkin juga mengaku sebelumnya sempat ada masalah dengan tiga sahabatnya, yang diduga sebagai pemicu dikirimnya 3 preman kampung untuk menganiayan dirinya dan keluarganya. Permasalahan itu terjadi kepada pria berinisial JK tentang kejadian jual beli sepeda motor Satria FU,  kemudian BK tentang pertambangan pasir yang dilakukan YD dan terakhir adalah seorang dukun berinisial BG. 

Reporter : Dadang DP

Editor: Aryo Permana


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM