HMI SEMARANG GELAR REFLEKSI SANSEKERTA UNTUK PERJUANGKAN EMANSIPASI WANITA


Dibaca: 242 kali 
Selasa,25 April 2017 - 09:49:06 WIB
HMI SEMARANG GELAR REFLEKSI SANSEKERTA UNTUK PERJUANGKAN EMANSIPASI WANITAAcara membaca puisi yang dilakukan oleh anggota pengurus komisariat HMI Cabang Semarang

SEMARANG, FAKTAJATENG.COM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang mengadakan Malam Refleksi Sanggar Kesenian Rakyat (Sansekerta) yang berlangsung pada dini hari (21/04/2017) di Kawasan Tugu Muda. Tujuan kegiatan ini untuk mengingatkan kembali bahwa emansipasi wanita harus bisa sejalan dengan perkembangan zaman tetapi tetap teguh memegang nilai-nilai agama.

Semangat Kartini adalah potret perjuangan emansipasi wanita, karena itu dirinya sering menjadi panutan sehingga saat ini banyak perempuan bisa berkarier karena telah mengenyam pendidikan tinggi. Tetapi sayangnya seiring dengan kemajuan zaman emansipasi wanita sering dimaknai dengan mengikuti modernisasi teknologi tanpa terkendali sehingga seringkali meninggalkan agama sebagai pondasi, padahal sejatinya agama sangat diperlukan untuk melengkapi kesempurnaan kodrat emansipasi wanita.

Acara Sansekerta dimeriahkan oleh berbagai jenis hiburan yang dipersembahkan untuk menghormati perjuangan perempuan. Acara yang diikuti oleh 50 orang tersebut menampilkan pementasan Puisi, Teater, Stand Up Comedy, Musik dan Dialog para kaum Muda untuk membawa mereka kembali pada tradisi menulis, membaca dan diskusi seperti yang diajarkan RA Kartini

Menurut Ketua Umum Korps HMI Wati (Kohati) Korkom Diponegoro Suti Marwati, peringatan hari Kartini harus dimaknai dengan perjuangan untuk mencapai kesetaraan gender dengan melihat proses wanita dalam menjalani kehidupan di era modern, tetapi sayangnya arus teknologi yang maju membuat kondisi wanita di lapangan menjadi bermacam-macam warna, ada beberapa dari mereka karena terlalu intens mengikuti arus teknologi malah meninggalkan nilai keagamaan, hal ini yang sering membuat wanita tampak glamour di luar tetapi hampa nurani

Salah satu alasan wanita sering meninggalkan nilai keagamaan karena mereka hanya menjadi obyek eksploitasi rutinitas pekerjaan sebagai tuntutan kehidupan. Menurut Marwah hal inilah yang seringkali menyebabkan pandangan emansipasi wanita menjadi sempit. Dirinya berharap dalam kegiatan Sansekerta  wanita menjadi instropeksi kembali makna emansipasi seperti yang telah diajarkan RA Kartini

“Sansekerta merupakan eksplorasi diri dan buah pikiran prempuan untuk mengekpresikan emansipasi dalam bentuk kegiatan positif,” ujar Siti  Marwati  saat ditemui wartawan

Senada dengan Suti Marwati, Sekertaris Umum HMI Cabang Semarang Nur Kholis menambahkan bahwa Semangat RA Kartini adalah semangat kesamaan antara laki-laki dan perempuan yang tidak hanya dimanifestasikan dalam peringatan saja, tetapi sudah harus masuk dalam kebutuhan sehari-hari

Dirinya menilai bahwa apa yang telah terjadi distorsi perjuangan RA Kartini yang ingin perempuan berkreasi, tetapi kebebasan yang dimiliki perempuan seringkali membuat mereka lupa dengan tanggungjawab dan kodratnya yang harus memegang teguh ajaran agama

Lebih lanjut dirinya menambahkan, dalam ajaran agama juga sudah diajarkan bagaimana wanita bisa mencapai emansipasinya tanpa harus meninggalkan kodratnya. Hal ini dimaksudkan agar laki-laki dan wanita bisa saling melengkapi untuk mengisi bumi ini, karena itulah alasan Tuhan menciptakan Manusia menjadi dua jenis yang berbeda

 

“Tidak ada sejarahnya bahwa perempuan yang berpegang pada nilai agama adalah perempuan yang kolot, justru mereka dianggap laki-laki sebagai wanita cerdas,” tambahnya


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM