Empat Narasumber Bahas Karst


Dibaca: 349 kali 
Kamis,11 Mei 2017 - 16:45:14 WIB
Empat Narasumber Bahas KarstMahasiswa Pecinta Alam USM Gelar Ngopi Pelangi-DADANG DP

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Empat narasumber kupas tuntas terkait permasalahan karst, dalam acara Ngopi Pelangi (Pendidikan Lingkungan dan Alam untuk Negeri), bertemakan ‘Fungsi kars bagi kelangsungan hidup masyarakat’, yang diadakan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Semarang di ruang Fakultas Kedokteran USM, Kamis (11/5/2017).

Adapun narasumber yang dihadirkan yakni, Budi Santoso ; Pengendali Ekosistem Hutan pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Ari Setyawan; Indonesia Speological Society, Arif jauhari dan Nandra Eko Nugroho; Pusat Studi Karst Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, yang dimoderatori Wakil Bendahara Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang;Eko Roesanto.

Permasalahan karst memang menjadi pembahsan yang menarik, bahkan topik tersebut sempat memanas dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, setelah adanya gugatan atas pendirian pabrik semen baik terhadap PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang dan PT Indocement, di wilayah Pati Selatan.

Dalam paparannya, Ari Setyawan mengatakan kawasan karst bukan tidak berarti tidak boleh dimanfaatkan. Namun pemanfaatannya haruslah dilakukan dengan benar dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dampak ekologis yang akan muncul. Selain itu, melihat, pertimbangan keuntungan ekonomi jangka pendek sangatlah tidak berarti jika akan menimbulkan kesengsaraan di masa yang akan datang.

“Sumber daya karst dapat disebut sebagai sumberdaya yang tidak terbaharui karena memerlukan waktu hingga jutaan tahun untuk membentuk bentang lahan tersebut,”paparnya.

Ari mengatakan penetapan kawasan bentang lahan karst, tentunya sebagai kawasan lindung geologi patut diperhatikan dan diindahkan. Menurutnya kawasan karst ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral nomor 17 tahun 2012.

Kemudian, dalam paparannya Arif jauhari dan Nandra Eko Nugroho menyampaikan, bahwa kawasan karst merupkan suatu kawasan yang unik. Keduanya mengutip pernyataan Prof MT Zen ‘bahwa karst adalah kepastian dari ketidakpastian’. Untuk itu, lanjut keduanya, banyak hal-hal yang unik di karst yang masih menjadi misteri, banyak hal-hal yang sifatnya insitu, serta bayak pula biota yang bersifat endemik. Menurutnya, kajian tentang karst tidak bisa digeneralisir, karena sifatnya insitu, maka dari itu keunikan itu tidak akan mungkin disembuhkan melalui reklamasi.

“Beberapa hal yang mendasari tentang penyelamatan karst yakni, fungsi simpanan dan sumber air, fungsi jasa lingkungan, fungsi serapan CO2 dan pengembangan ilmu pengetahuan,”kata Arif.

Sedangkan hal-hal yang mengancam fungsi karst, imbuh Nandra, seperti bencana yang terjadi, salah satunya disebabkan oleh manusia. Ia menganggap tekanan terbesar saat ini adalah jumlah penduduk yang semakin cepat bertambah, sehingga menyebabkan tekanan ke semua aspek kehidupan dan sumberdaya alam.

“Lebih bijak untuk preventif dalam menjaga kelestarian alam demi menjaga fungsi kehidupan,”imbuhnya. 

 

Reporter : Dadang DP

Editor : Aryo Permana


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM