Peradi Semarang Dampingi Kasus Warga Pati


Dibaca: 99 kali 
Minggu,11 Juni 2017 - 15:05:40 WIB
Peradi Semarang Dampingi Kasus Warga Pati

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Setelah keluarga Sukirah sempat berkonsultasi dengan tim Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera, atas kasus hutang yang dialami almarhum suaminya dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Pati melalui acara klinik hukum.

Kini giliran Peradi mengutus timnya yakni Taufiqurrohman, Andreas Hijrah Airudin, dan Ephin Apriyandanu, didampingi staf kesekretariatan Dwi Jayanti tinjau permasalahan dilapangan dengan cara datang langsung ke kediaman Sukirah di RT 6 RW 3, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati

Dalam kasus tersebut Sukirah menjelaskan, kalau almarhum suaminya Karsono sudah meninggal 29 Agustus 2008 lalu. Ia mengatakan saat Karsono masih hidup sempat melalukan pinjaman ke BRI unit Kayen, kejadian pinjaman tersebut terjadi 15 tahun lalu dengan anggunan 4 sertifikat. Kemudian 2006 hingga 2008 pindah ke BRI cabang Pati.

Terkait hutang itu, lanjut Sukirah, angsuran terakhir yang sudah disetorkan almarhum suaminya sampai Agustus 2008, akan tetapi angsuran masih tetap berjalan sampai sekarang padahal seharusnya angsuran sudah berhenti sejak 2008, dikarenakan suaminya Karsono sudah meninggal ditahun itu.

"Karena sudah meninggal seharusnya 4 sertifikat yang dijaminkan sudah dikembalikan, tapi sampai sekarang belum bisa dikembalikan dan dari pihak BRI malah mengalihkan utang ke saya dan itu dilakukan 2 hari setelah suami saya meninggal,"ungkapnya.

Atas masalah itu, pihaknya berharap 4 sertifikat yang dijaminkan bisa kembali dan hutang suaminya dianggap hilang atau lunas dan hangus.

"Alasannya karena pihak yang berhutang meninggal dunia,"ujarnya.

Menanggapi masalah itu, Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera melalui anggotanya, Taufiqurrohman memastikan timnya akan mempelajari kasusnya. Pihaknya juga mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti atas masalah itu. Menurutnya karena hal tersebut merupakan hutang , dan angsuran yang dilakukan juga ada bagian dari asuransi, karena yang berhutang sudah meninggal maka seharusnya bisa dianggap lunas. Untuk itu, pihaknya memastikan akan mengajukan somasi terhadap pihak BRI cabang Pati dengan tembusan BRI pusat.

"Pati juga bagian dari wilayah cakupan Peradi Semarang, cakupannya membawahi delapan daerah, yaitu Kota Semarang, Pati, Jepara, Kudus, Demak, Kendal, Ungaran, dan Grobogan. Kami pastikan atas masalah tersebut jika tidak ada itikad baik dari BRI cabang Pati, akan dilakukan upaya hukum gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Pati,"kata Taufiqurrohman didampingi timnya, usai kunjungan dari Pati kepada wartawan, Minggu (11/6/2017).

Sementara itu, anggota baru yang merupakan advokat senior Semarang, FX Sujadi mengaku Peradi pimpinan Yosep tersebut sungguh luar biasa gebrakannya. Ia melihat peran organisasi tidak hanya memperhatikan sektor komersial saja dalam menghidupi organisasinya. Melainkan juga melihat bagaimana bisa meningkatkan keilmuan yang dimiliki oleh pribadi anggotanya dan kepedulian terhadap masyarakat tak mampu yang tertindas.

"Tidak menutup kemungkinan melalui Peradi ini, bisa mengorbitkan nama kantor advokatnya. Apalagi organisasi ini akan melakukan kerjasama dengan berbagai instasi, publish media juga maksimalkan, saya mendukung untuk terus ditingkatkan, kehadiran Peradi ini juga bagus sekali ke masyarakat," tuturnya.

 

Reporter: Dadang DP

Editor : Aryo Permana 


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM