Pancasila Menjadi Rumah Indonesia Tentram


Dibaca: 106 kali 
Senin,19 Juni 2017 - 17:01:37 WIB
Pancasila Menjadi Rumah Indonesia TentramDiskusi Triwulan yang diadakan di Aula 108 oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum Unika Semarang hadirkan Pengarang buku ‘Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’, Theodorus Yosep Parera dan Dosen FH Unika Semarang Hermawan Pancasiwi-DADANG DP

SEMARANG,FAKTAJATENG.com-Misi Pancasila bagi Indonesia adalah mengelola Ke-Indonesiaan yang majemuk agar menjadi sebuah rumah bagi semua orang yang turut membangun, dan ingin hidup tentram di dalamnya. Misi tersebut juga diharapkan menjadi titik tolak misi hukum dalam konteks Indonesia. Hal itu disampaikan Pengarang buku berjudul ‘Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’, Theodorus Yosep Parera, saat mengulas topik misi Pancasila, dalam agenda diskusi Triwulan yang diadakan di Aula 108 oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum Unika Semarang.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang itu mengatakan, Pancasila adalah historico political gentleman agreement, yakni kesepakatan dari orang-orang dan kelompok-kelompok yang saling menghormati, meskipun disadari betul bahwa masih banyak  di antara mereka yang tetap sulit dipertemukan. Yang memberikan peran bisa membuat diri kita hidup dalam apa yang disebut NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia).

“Dalam konteks kepentingan kita sebagai bangsa, tentu saja rumah ini, tidak boleh dijadikan semacam transit house, untuk sekedar bermalam, melainkan kita semua adalah pemilik dan penghuni rumah Indonesia, sehingga wajib kita rawat bersama tanpa kecuali,”kata Yosep, dalam paparan materinya di acara bertemakan ‘Unika Pancasila dan Pancasila Jalan Hidupku’ tersebut, kemarin.

Menurutnya, eksistensi diri kita sebagai bangsa dan negara yang dipertaruhkan dalam historico political gentleman agreement tersebut. Ia menyatakan siapa diri kita  ditentukan oleh derajat konsistensi, dalam sikap dan aksi menghormati agreement itu. Dengan begitu, lanjut Yosep, tuntutan paling utama dari Pancasila adalah komitmen yang sangat kuat untuk merawat kebersamaan, kebhinekaan, tanpa ulah penyesatan, penghianatan, dan pemaksaan diantara semua orang yang menjadi penghuninya.

“Artinya konsistensi menghormati Pancasila sebagai historico political gentleman agreement, menentukan kehormatan dan harga diri sebagai pewaris sah rumah Indonesia,”ungkapnya.

Sementara itu narasumber lain, Dosen Fakultas Hukum (FH) Unika Semarang, Hermawan Pancasiwi mengatakan, ada banyak sebutan untuk Pancasila, seperti sebagai dasar negara, pandangan dan jalan hidup, bingkai budaya, dan lainnya. Namun nama pancasila sebenarnya masih membingungkan, karena dirumuskan dimana belum jelas, apalagi dalam pembukaan, maupun batang tubuh UUD 1945 tidak ada disebutkan. 

Meskipun demikian nama Pancasila, lanjut dosen yang akrab disapa Pancasiwi tersebut, telah menjadi bagian yang melekat, yang tidak bisa dipisahkan dari seluruh bangsa ini. 

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, jadi tidak layak kalau ada yang membedakan pribumi dan non pribumi, maka dari itu dengan Pancasila bisa sebagai alat pemersatu,”kata Pancasiwi disambut tepuk tangan.

Menurutnya, batang tubuh UUD 1945 masih bisa diamandemen. Sedangkan Pancasila tetap menjadikan diri kita dalam NKRI dan tetap bisa memelihara Indonesia, rukun dan damai.

“Maka dari itu, kalau diatas tidak ada keteladanan, marilah kita tetap wujudkan bersama dari akar rumput. Agar Pancasila tetap dijadikan sebagai dasar negara dan alat pemersatu, untuk menjaga kebhinekaan,”sebutnya. 

Reporter: Dadang DP

Editor : Aryo Permana


Akses Faktajateng.com Via Mobile m.faktajateng.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERKINI
BERITA TERPOPULER
KANTOR PUSAT:
Email: redaksifaktajateng@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTAJATENG.COM